Keracunan makanan akibat daging ayam yang tidak ditangani dengan baik adalah salah satu risiko keamanan pangan yang paling sering terjadi di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan yang dipicu oleh Salmonella dan bakteri patogen lain dari produk unggas masih menjadi perhatian serius. Bagi bisnis kuliner, satu insiden keracunan makanan bisa menghancurkan reputasi yang dibangun bertahun-tahun.
HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) adalah sistem manajemen keamanan pangan yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya ini secara proaktif.
Apa Itu HACCP?
HACCP adalah pendekatan sistematis berbasis sains untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya keamanan pangan. Dikembangkan pada era 1960an untuk program luar angkasa NASA dan kini menjadi standar global yang diakui oleh WHO, FAO, dan Codex Alimentarius Commission.
Informasi lengkap tentang implementasi HACCP tersedia dalam panduan HACCP dari FAO/WHO, yang menjadi acuan bagi industri pangan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Titik Kontrol Kritis dalam Rantai Distribusi Ayam Karkas
Dalam konteks distribusi ayam karkas dari RPA ke dapur HORECA, beberapa CCP (Critical Control Points) yang paling kritis adalah:
CCP 1: Suhu Pasca Penyembelihan
Setelah penyembelihan, karkas harus didinginkan secepat mungkin ke suhu di bawah 4°C menggunakan blast chiller. Pendinginan yang lambat adalah jendela waktu bagi bakteri untuk berkembang biak secara eksponensial.
CCP 2: Suhu Selama Penyimpanan
Penyimpanan di cold storage harus dijaga konsisten pada 0–4°C. Fluktuasi suhu berulang sangat merusak kualitas dan meningkatkan risiko mikrobiologis.
CCP 3: Suhu Selama Transportasi
Kendaraan distribusi harus mempertahankan suhu yang sama selama perjalanan. Ini adalah titik yang paling sering menjadi lemah dalam rantai distribusi informal.
CCP 4: Suhu Saat Penerimaan di Klien
Prosedur penerimaan di sisi klien (restoran/hotel) harus mencakup pengecekan suhu produk. Jika suhu produk melebihi 4°C saat tiba, produk harus ditolak atau diproses segera.
Apa yang Harus Ditanyakan ke Supplier tentang HACCP?
- Apakah RPA yang menjadi sumber produk memiliki sertifikasi HACCP atau ISO 22000?
- Apakah ada sistem monitoring suhu yang terdokumentasi selama distribusi?
- Apakah ada prosedur penanganan produk yang tidak sesuai (non-conforming product procedure)?
- Seberapa sering dilakukan uji laboratorium mikrobiologi pada produk?
Di SS Jateng, kami berkomitmen pada prinsip-prinsip HACCP dalam setiap tahap distribusi. Keamanan pangan klien kami adalah prioritas utama kami, bukan sekadar slogan.
Siap memesan ayam karkas untuk bisnis Anda?
Hubungi kami sekarang dan dapatkan penawaran harga spesial sesuai kebutuhan volume Anda.
👉 Klik di sini untuk chat WhatsApp sekarang

Tinggalkan Balasan